PIDIE JAYA – Kerusakan Daerah Irigasi (D.I.) Seunong di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, hingga kini masih mengganggu aliran air yang dibutuhkan masyarakat. Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan gotong royong secara swadaya agar fungsi irigasi tetap berjalan.
Persoalan itu mendapat perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, yang turun langsung meninjau kondisi D.I. Seunong di kawasan Krueng Meureudu, Senin (5/10).
Peninjauan dilakukan setelah masyarakat menghubungi Wagub Dek Fadh dan menyampaikan keluhan terkait kondisi D.I. Seunong yang belum mendapat penanganan. Didampingi Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Asisten II Pidie Jaya, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Dek Fadh melihat langsung kondisi irigasi sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat.
Di lokasi, warga menyampaikan kerusakan irigasi telah berdampak terhadap kelancaran aliran air untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk mempertahankan fungsi saluran, masyarakat selama ini terpaksa melakukan gotong royong secara mandiri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan irigasi sangat berkaitan dengan kebutuhan air masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas pertanian di wilayah Meurah Dua.
Menanggapi kondisi tersebut, Wagub Dek Fadh menegaskan pemerintah akan segera melakukan penanganan agar kerusakan irigasi tidak terus berdampak terhadap masyarakat. Ia juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendorong penganggaran revitalisasi D.I. Seunong.
“Kita sudah melihat langsung kondisinya dan mendengar apa yang disampaikan masyarakat. Saya sudah berkoordinasi dengan BWS agar penanganannya dapat segera dianggarkan sehingga perbaikan bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain meninjau D.I. Seunong, Wagub Dek Fadh juga melihat penanganan di Krueng Meureudu yang sebelumnya dilakukan melalui pemasangan batu gajah.
Penanganan tersebut hingga kini masih berproses sesuai dengan pelaksanaan anggaran pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Aceh akan mengawal koordinasi dengan BWS agar penanganan D.I. Seunong dapat segera direalisasikan. Perbaikan diharapkan tidak hanya mengatasi kerusakan fisik irigasi, tetapi juga mengembalikan kelancaran pasokan air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Dengan kondisi warga yang selama ini harus bergotong royong mempertahankan fungsi irigasi, percepatan penanganan D.I. Seunong menjadi penting agar persoalan tersebut tidak berlarut dan berdampak lebih luas terhadap aktivitas pertanian masyarakat.










Discussion about this post