MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan sertifikasi sarana produksi pangan olahan dan obat bahan alam melalui kegiatan pendampingan teknis kepada sejumlah pelaku usaha di Kota Banda Aceh pada Rabu (13/05/2025). Kegiatan pendampingan ini berlangsung selama 2 hari dan menyasar ke beberapa sarana produksi, di antaranya Cutkak Heritage Food, Risol Cuya, Katamita Sumber Rezeki, dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) Cajupach Natural Healing.
Pendampingan di PT Cutkak Heritage Food yang berlokasi di Jalan Flamboyant II, Prada, Banda Aceh dilakukan sebagai bagian dari upaya pemenuhan persyaratan sertifikasi Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP-CPPOB) serta izin edar produk. Sarana ini dikenal dengan produk unggulannya berupa keumamah, kuliner khas Aceh berbahan dasar ikan tuna dengan racikan rempah tradisional.
Pemilik sarana, Irvadiarni Falka, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh BBPOM Aceh.
“Kami berterima kasih kepada petugas BPOM Aceh yang telah memberikan pendampingan teknis terkait penyiapan dokumen serta penataan layout dan alur produksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain proses sertifikasi, Cutkak Heritage Food juga tengah mempersiapkan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yaitu sistem manajemen keamanan pangan preventif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi bahaya cemaran secara sistematis mulai dari bahan baku hingga produk akhir.
Pada hari kedua, Tim Sertifikasi BBPOM Aceh melanjutkan pendampingan IP-CPPOB di sarana Risol Cuya di Gampong Cot Mesjid, Katamita Sumber Rezeki di Gampong Lambaro Skep, serta pendampingan sarana UMOT Cajupach Natural Healing di Banda Aceh.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, Muhibuddin, bersama tim yang memberikan arahan langsung terkait penyiapan panduan mutu, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), serta dokumen pendukung lainnya untuk sarana produksi pangan olahan maupun obat bahan alam.
Muhibuddin menegaskan pentingnya penerapan sistem mutu dalam setiap proses produksi.
“Panduan mutu merupakan instrumen penting untuk memastikan keamanan, mutu, dan gizi produk pangan serta mutu dan khasiat obat bahan alam sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan pendampingan ini, BBPOM Aceh berharap para pelaku usaha pangan olahan dan obat bahan alam dapat semakin siap memenuhi standar keamanan, mutu, dan legalitas produk. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal Aceh agar semakin berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas.











Discussion about this post