MediaNanggroe.com — Kejaksaan Tinggi Aceh melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) memberikan penyuluhan hukum kepada para siswa SMA Negeri 1 Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut digelar pada Kamis (26/2/2026) sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum pelajar sejak dini.
Penyuluhan hukum ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Duta Pelajar Sadar Hukum, yang setiap tahunnya diikuti oleh perwakilan siswa dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang memahami hukum serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, menjelaskan bahwa hukum merupakan kumpulan peraturan yang dibuat oleh pejabat berwenang untuk mengatur kehidupan bermasyarakat, bersifat memaksa, serta disertai sanksi bagi setiap pelanggaran. Aturan tersebut tertuang dalam berbagai perundang-undangan, mulai dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Narkotika, hingga regulasi terkait tindak pidana korupsi dan kekerasan.
Dalam pemaparannya, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai peran aparat penegak hukum dalam sistem peradilan pidana. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan hukum, tugas dan fungsi jaksa, kewenangan penuntutan, bahaya narkotika, pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), kenakalan remaja, hingga tindak pidana korupsi. Ali Rasab menegaskan bahwa hukum tidak hanya berlaku di ruang sidang, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah melalui peraturan yang bertujuan menciptakan ketertiban dan kedisiplinan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Ingin Jaya, Nizariah, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejati Aceh atas konsistensinya memberikan edukasi hukum kepada siswa selama empat tahun terakhir. Menurutnya, program JMS menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam pelanggaran hukum serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Suasana semakin hidup dengan adanya kuis berhadiah yang bertujuan menguji sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap materi hukum yang telah disampaikan.











Discussion about this post