MediaNanggroe.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM Aceh) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pengawasan intensif terhadap Pangan Jajanan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah di sejumlah titik penjualan takjil di Banda Aceh, Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan bersama lintas sektor, antara lain Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pangan. Pemeriksaan menyasar kawasan penjualan takjil seperti Garuda, Lamdingin, serta beberapa lokasi lainnya dengan metode uji cepat di lapangan.
“Sebanyak 60 sampel takjil telah kami uji dan alhamdulillah seluruhnya memenuhi syarat. Parameter yang diuji meliputi boraks, formalin, metanol, serta pewarna berbahaya seperti Rhodamin B,” ujar Riyanto. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasi atas hasil pengawasan tersebut. Ia mengatakan, Pemerintah Kota bersama BBPOM Aceh telah memeriksa seluruh makanan yang dijual oleh pelaku UMKM, khususnya yang berpotensi menggunakan zat-zat berbahaya. “Ada 60 jenis makanan yang diperiksa, mulai dari minuman, kudapan, bakso, kue, mie, hingga tahu. Alhamdulillah semuanya dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Illiza menilai hasil ini menjadi bentuk kesyukuran bersama, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kejujuran para pelaku usaha pangan. Menurutnya, masyarakat kini semakin cerdas dan tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan maupun keberlangsungan usaha mereka sendiri.
BBPOM Aceh menegaskan pengawasan akan terus berlanjut selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Selain takjil, pemeriksaan juga akan diperluas ke pangan olahan, termasuk parsel dan kue Lebaran, serta pengawasan terhadap ritel modern dan usaha pangan rumahan yang belum memiliki izin edar agar dapat dibina sesuai ketentuan yang berlaku.













Discussion about this post