MediaNanggroe.com – Aliansi Rakyat Aceh (ARA) melontarkan pernyataan sikap keras menjelang aksi massa yang direncanakan berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Senin, 18 Mei 2026. Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah akun TikTok resmi @Aliansi_rakyat_Aceh pada 17 Mei 2026 dini hari.
Dalam video itu, seorang perwakilan ARA membacakan pernyataan sikap di hadapan puluhan mahasiswa yang berdiri mendampingi. Suasana tampak tegang dengan seruan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mengabaikan suara rakyat Aceh.
ARA menyerukan kepada mahasiswa, pemuda, buruh, petani, dan seluruh elemen masyarakat untuk turun bersama memenuhi Kantor Gubernur Aceh.
“Ini bukan sekadar aksi biasa. Ini adalah perlawanan rakyat terhadap pengkhianatan atas suara rakyat Aceh,” tegas perwakilan ARA dalam video tersebut.
ARA juga melontarkan ultimatum kepada Pemerintah Aceh terkait tuntutan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026. Mereka menegaskan tidak akan ada lagi ruang kompromi apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
“Kami tegaskan kepada Gubernur Aceh, besok tidak ada lagi perwakilan dan tidak ada lagi kebohongan kepada rakyat. Jika besok tidak dicabut, maka pemerintah sendirilah yang siap menghadapi seluruh konsekuensi dan gejolak yang akan terjadi,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya kepada pemerintah, ARA juga memberi peringatan keras kepada aparat kepolisian agar tidak melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.
“Kepada pihak kepolisian kami ingatkan dengan jelas, jangan menghalangi massa aksi, jangan melakukan intimidasi dan jangan melakukan penangkapan,” ujar perwakilan ARA.
Dalam video itu, ARA turut menyinggung potensi kemarahan publik apabila terjadi tindakan kekerasan terhadap demonstran.
“Bila kembali terjadi tindakan kekerasan terhadap massa aksi, maka lihatlah kemarahan rakyat,” tegasnya.
ARA memastikan massa aksi tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka dipenuhi.
“Apapun yang terjadi besok, kami tidak akan mundur dan tidak akan bubar sebelum Pergub Nomor 2 Tahun 2026 dicabut. Besok akan menentukan sikap. Saksikanlah kemarahan rakyat,” tutup pernyataan tersebut.
Video pernyataan sikap itu kini ramai beredar di media sosial dan memicu perhatian publik di Aceh. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh maupun pihak kepolisian terkait ultimatum yang disampaikan ARA.










Discussion about this post