• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Jumat, 16 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dua Ribu Ibu-ibu Di Aceh Terjangkit HIV/AIDS, Banda Aceh Terbanyak

redaksi by redaksi
29 Juli 2023
in Kesehatan
Dua Ribu Ibu-ibu Di Aceh Terjangkit HIV/AIDS, Banda Aceh Terbanyak

Ilustras HIV/AIDS (foto: Pixabay)

MediaNanggroe.com, Banda Aceh –  Sebanyak 2.021 ibu-ibu di Aceh dinyatakan mengidap HIV dan AIDS. Dari jumlah itu, sebanyak 1.270 menderita HIV dan sisanya sebanyak 751 terjangkit AIDS.

Data itu dirilis oleh Dinas Kesehatan Aceh melalui laman resminya www.dinkes.acehprov.go.id yang diakses media ini, Sabtu (29/7/2023). Adalah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr Iman Murahman, Sp.KKLP, yang menjadi narasumber pemberitaan tersebut.

Dia menjelaskan, bahwa Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) memiliki perbedaan. HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia namun tidak memiliki gejala, sedangkan AIDS suatu kondisi penurunan daya tahan tubuh yang parah akibat dari serangan virus HIV tersebut.

“Jika kita lihat yang masih dalam pengobatan HIV/AIDS itu ada 717 pasien, dan yang terbanyak di kota Banda Aceh yakni 302 pasien,” papar Iman dalam rilis itu.

BacaJuga :

Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

14 Oktober 2026
BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

9 September 2026

Menurut keterangan pejabat ini, Banda Aceh memiliki pasien HIV dan AIDS terbanyak di Aceh. Hal itu, kata dia, disebabkan karena data penderita bisa diketahui di rumah sakit yang ada ibu kota Provinsi Aceh, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), RSUD Meuraxa, dan lainnya.

Dia memastikan, bahwa faktor utama penularan penyakit HIV dan AIDS di Aceh adalah sex bebas. “Kemudian dari ibu hamil ke bayi, pengguna narkoba, suntik dengan memakai jarum yang sama dan berulang,” ungkapnya.

Iman juga menambahkan, bahwa dalam waktu 2-3 tahun terakhir ini kasus terbanyak sebagai pemicu HIV/AIDS didominasi oleh perilaku menyimpang Lelaki Sex Lelaki atau LSL. Selama ini, kata dia, Dinas Kesehatan Aceh telah berupaya untuk pencegahan HIV/AIDS lewat pendekatan kepada populasi kunci. Mulai pekerja sex, LSL, waria, dan pengguna narkoba suntik.

Kepada kelompok sasaran tersebut, katanya, diberikan edukasi dan melakukan Screening. “Kemudian pencegahan dari ibu ke anak agar tidak ada lagi yang tertular HIV dan bisa hidup normal,” ucap Iman.

Dia melanjutkan, bahwa ibu hamil diwajibkan untuk memeriksa HIV, termasuk pula semua warga binaan penjara, pekerja seks, LSL, dan waria. Selain itu, Dinkes juga memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Dayah dan tempat pendidikan lainnya.

“Bagi yang sudah terkena HIV kita lakukan pengobatan serta pemeriksaan setiap tahun, untuk melihat virus tersebut sudah meningkat atau tidak,” ucap Iman.

Dinas Kesehatan Aceh, kata Iman, juga melakukan sosialisasi kesehatan di rumah sakit tingkat provinsi dan Puskesmas untuk pencegahan HIV/AIDS. Kendala penanganan HIV di Aceh, kata dia, karena tidak adanya komunitas khusus untuk pengobatan. Pasien HIV biasanya berkunjung ke tempat-tempat fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki pemerintah. “Apalagi, daerah kita belum semua memiliki tempat pelayanan khusus penanganan HIV/AIDS,” pungkasnya.

Data nasional

Secara nasional, jumlah kasus HIV juga meningkat pada tahun 2023. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Muhammad Syahril, menyebut, penularan kasus juga didominasi oleh ibu rumah tangga.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV mencapai 35%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompok MSM (man sex with man).

“Aktivitas ini telah menyumbang sekitar 30% penularan dari suami ke istri. Dampaknya, kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah sebesar 5.100 kasus setiap tahunnya,” kata dr. Syahril.

Ia mengatakan, penyebab tingginya penularan HIV pada ibu rumah tangga karena pengetahuan akan pencegahan dan dampak penyakit yang rendah serta memiliki pasangan dengan perilaku sex berisiko.

Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV berisiko tinggi untuk menularkan virus kepada anaknya. Penularan bisa terjadi sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui.

Secara umum, penularan HIV melalui jalur ibu ke anak menyumbang sebesar 20-45% dari seluruh sumber penularan HIV lainnya seperti melalui sex, jarum suntik dan transfusi darah yang tidak aman.

Dampaknya, sebanyak 45% bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV akan lahir dengan HIV. Dan sepanjang hidupnya akan menyandang status HIV Positif.

“Di Indonesia saat ini, kasus HIV pada anak usia 1-14 tahun mencapai 14.150 kasus. Angka ini setiap tahunnya bertambah sekitar 700-1000 anak dengan HIV,” jelas dr Syahril.

Terkait dengan proses deteksi, Kemenkes mencatat hanya 55% ibu hamil yang di tes HIV karena sebagian besar tidak mendapatkan izin suami untuk di tes. Dari sejumlah tersebut 7.153 positif HIV, dan 76% nya belum mendapatkan pengobatan ARV. ini juga akan menambah resiko penularan kepada bayi.

Melihat sumber infeksi, dr Syahril menilai penularan HIV masih akan terus terjadi. Sebab dari 526.841 orang dengan HIV, baru sekitar 429.215 orang yang sudah terdeteksi atau mengetahui status HIV dirinya. Artinya masih ada 100.000 orang dengan HIV yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan HIV ke masyarakat.

dr. Syahril menjelaskan upaya untuk melakukan skrining pada setiap individu kini menjadi prioritas pemerintah untuk mencapai eliminasi (termasuk pemutusan mata rantai penularan HIV secara vertikal dari ibu ke bayi). Setiap ibu yang terinfeksi, 100% harus mendapatkan tatalaksana yang cukup.

Melalui upaya ini, diharapkan angka dan data anak yang terinfeksi HIV sejak dilahirkan dapat ditekan, angka kesakitan dan kematian dapat ditekan dan yang terpenting adalah menekan beban negara dalam penanggulangan masalah Kesehatan masyarakat.

Selain HIV, penyakit sifilis atau raja singa juga dilaporkan meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2022). Dari 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus dengan rata-rata penambahan kasus setiap tahunnya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus.

dr. Syahril membeberkan presentase pengobatan pada pasien sifilis masih rendah. Pasien ibu hamil dengan sifilis yang diobati hanya berkisar 40% pasien. Sisanya, sekitar 60% tidak mendapatkan pengobatan dan berpotensi menularkan dan menimbulkan cacat pada anak yang dilahirkan.

“Rendahnya pengobatan dikarenakan adanya stigma dan unsur malu. Setiap tahunnya, dari lima juta kehamilan, hanya sebanyak 25% ibu hamil yang di skrining sifilis. Dari 1,2 juta ibu hamil sebanyak 5.590 ibu hamil positif sifilis,” kata dr Syahril.

Di akhir kata, dr Syahril mengimbau pasangan yang sudah menikah agar setia dengan pasangannya untuk menghindari sex yang beresiko. Bagi yang belum menikah agar menggunakan pengaman untuk menghindari hal-hal yang dapat beresiko untuk kesehatan dan pertumbuhan mental.[]

Previous Post

Indonesia Berhasil Jadi Juara Umum The 13th Worldskills ASEAN 2023

Next Post

Penjabat Gubernur Ikut Konvoi Bareng Peserta Aceh Vespa Festival 2023

Berita Lainnya

Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

14 Oktober 2026

BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie berpartisipasi dalam integrasi pelayanan publik melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Peduli yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan...

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

9 September 2026

BANDA ACEH – Mutu obat kontrasepsi menjadi perhatian BPOM Aceh dalam memastikan kualitas produk tetap terjaga sepanjang rantai distribusi. Penerapan...

SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

7 September 2026

Lhokseumawe - Warung kopi bukan sekadar tempat menyeruput kopi dan berbincang. Di Aceh, warung kopi telah menjadi bagian dari ruang...

Load More
Next Post
Penjabat Gubernur Ikut Konvoi Bareng Peserta Aceh Vespa Festival 2023

Penjabat Gubernur Ikut Konvoi Bareng Peserta Aceh Vespa Festival 2023

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Kejati Aceh, Sumut, dan Riau Jalin Kerja Sama dengan TNI AL, Perkuat Penegakan Hukum di Laut

Kejati Aceh, Sumut, dan Riau Jalin Kerja Sama dengan TNI AL, Perkuat Penegakan Hukum di Laut

16 Oktober 2026
Komunikasi Makin Profesional, BBPOM Aceh Bekali Pegawai dengan Pelatihan Public Speaking

Komunikasi Makin Profesional, BBPOM Aceh Bekali Pegawai dengan Pelatihan Public Speaking

15 Oktober 2026
Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

15 Oktober 2026
Perkuat Pemerataan MBG hingga Wilayah 3T, BBPOM Aceh Dukung SPPG yang Aman dan Berkualitas

Perkuat Pemerataan MBG hingga Wilayah 3T, BBPOM Aceh Dukung SPPG yang Aman dan Berkualitas

14 Oktober 2026
Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

Mudahkan Akses Layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Pidie Hadir di MPP Peduli

14 Oktober 2026
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In